Dilakukan survey ke Toko HMN, sesuai informasi dari pemilik
toko, penerimaan terakhir adalah tanggal 11 September 2014, dengan bag marking: 000-1676226-10-310814-339. Setelah dicek di sistem, adalah milik Ampalu tujuan Kab. Batang Hari.
Rencananya semen berikutnya akan datang Selasa tanggal 23 September 2014.
Pada siang harinya tim menemukan posisi stock
semen di UD HMS sudah berubah dan ketika di cek ternyata baru saja
terjadi pembongkaran dengan Truk BB 8390
KA dan bag marking 000-1703510-9-210914-085 dengan nomor RFID 30000947, sedangkan SIPS
tidak bisa ditemukan karena dibawa sopir. Setelah di cek di sistem adalah milik RIS tujuan Pekanbaru. Nomor Polisi cocok.
Seterusnya dilakukan survey ke toko Makmur didapati sudah ada pembongkaran, truck dan aktivitas
tidak terekam karena tidak ada informasi kedatangan semen sebelumnya dari
pemilik toko, berdasarkan pantauan ke gudangnya, contoh stock yang tersedia
adalah dengan bag marking 000-1695632-10-150914-069. adalah milik AMPALU tujuan Padang Lawas
Pukul 19.30 Wib ada informasi dari sopir truk yang
akan bongkar di Toko Makmur.
Tim menunggu di toko makmur namun listrik mati, sehingga
saat pembongkaran tidak bisa direkam. Truk yang melakukan aktivitas bongkar adalah
BA 8363 QU. RFID tidak ada, bag marking tidak bisa diambil. Jika dicek nopolnya, adalah semen milik Ampalu tujuan Padang Lawas, yang keluar dari PPI tanggal 20 Sept.
Truk lainnya adalah BA 8844 QU. No RFID 3000238 dengan bag marking nya 000-1701758-9-190914-220. (milik Ampalu tujuan Padang Lawas). dan sopir membawa SIPS. Nopol cocok.




